Si Pengganggu
Kau mengatakan berhenti untuk sengaja membuangku
Kau
mengatakan maaf untuk membuatmu nyaman di situasi barumu
Agar
tak ada lagi aku
Si
Pengganggu
Tapi
bodohnya,
Aku
mengira lain
Aku
memupuk harapan baru
Sampai
akhirnya kusirami dengan pahitnya kenyataan
Aku,
Si Pengganggu
Sempat
memiliki ribuan kalimat tanya yang belum terjawab
Padahal,
dengan jelas Tuhan telah memberikan jawaban
Tidak ada komentar:
Posting Komentar