*
*
*
Dipelosok kota tinggallah seorang perempuan yg bernama Shizuka. Ia tinggal di sebuah gubuk tua yang jauh dari keramaian dan masyarakat,dari sana membutuhkan waktu yg lumayan lama untuk pergi ketempat keramain. Shizuka tidak memiliki pekerjaan tetap. Setiap pekerjaan yg dirasa ia mampu selalu dicobanya untuk menghidupi ibunda dan adik tercintanya. Sang adik kini tengah duduk dibangku SMA dan sebentar lagi kuliah. Adiknya bernama triX yaitu siswa cerdas dan berprestasi yg salalu mendapat beasiswa disekolahnya. TriX sangat berambisi untuk membahagiakan keluarganya dan ingin memiliki pendidikan tinggi. Cita-cita triXpun tak seperti anak biasanya triX menginginkan kelak ia akan menjadi seorang direktur terkaya dikotanya. Dan triX juga berambisi jika ia kaya raya kelak ia akan mengobati ibundanya yang sakit-sakitan. Sang Ibu terkena penyakit parah yg tak terobati karena mereka tak memiliki cukup uang untuk pergi berobat.
Dahulunya
Shizuka merupakan murid yg cerdas disekolahnya bisa dibilang ia memilki
Intelegent yg tinggi diatas rata-rata. Namun karena ayahnya telah tiada dan
saat itu adiknya masih kecil jadi Shizuka sering tidak masuk sekolah karena
bekerja untuk menghidupi keluarganya,hingga akhirnya ia putus sekolah.
Pagi itu....
“uhuk...uhuk...uhhuuuk...”
batuk sang ibu
Shizuka pun
mendekati ibunya
Dan Shizu
hanya mengambilkan segelas air untuk ibunda tercintanya tanpa berkata-kata dan
menyuguhkan minumannya.
“kamu jadi
kerja sekarang nak??” tanya sang ibu
“jadi bu,,”
jawab Shizu singkat
Tiba-tiba
triX keluar dari kamarnya,ia telah lengkap dengan seragam sekolahnya
“kak,, sudah
3 bulan SPP nunggak” ucap triX
“iyaa...
Secepatnya kakak akan cari kerja lagi” jawab Shizu
Pagi itu
terasa dingin dan hampa,tanpa kehangatan sedikitpun dikeluarga itu,tidak
seperti keluarga-keluarga yg lain yg bahagia penuh kehangatan dan kasih sayang.
TriXpun
pergi kesekolah,dan Shizupun pergi mencari pekerjaan entah kemana.
Siang
harinya,sampailah Shizu disebuah toko roti.
“Permisi,,”
ucap Shizu
‘yaa..ada yg
bisa saya bantu??” tanya seorang karyawan
‘saya mau
mencari pekerjaan. Apakah ada lowongan?” tanya Shizu
“Saya tanya
ke pimpinan dulu ya mbak!” ucap karyawan tersebut
Tak lama
kemudian sang karyawan datang bersama pimpinannya
“apa yg kamu
bisa??” tanya pimpinan
“saya bisa
apa saja selagi saya mampu” ucap Shizu
“coba buatkan
saya sebuah roti! Apakah bisa?” tantang pimpinan
“s...ssaya
bisa bantu cuci piring disini pak!” ucap Shizu
“saya tak
butuh tukang cuci disini!! Yg saya butuhkan seorang karyawan! Kalau
kepandaianmu hanya mencuci.. lebih baik kau jadi tukang cuci saja!!” tegas
pimpinan
“tt..tapii
pak..!! ibu saya sedang sakit-sakitan dan adik saya lg butuh uang untuk
sekolahnya...!!” jelas Shizu
‘alaaahhh....
dasar sampah..!! kau kira Cuma kamu yg beralasan seperti itu?? Yg hanya
mengandalkan belas kasihan orang lain dengan mengandalkan kata-kata orang tua
sakit,adik butuh uang!! Bbaahh.... sudah bosan telinga saya ini
mendengarnya..!!” ucap pimpinan
“ta..ta..tapi...”
ucap Shizu
Seketika
sang pimpinan mendorong Shizu keluar
Dan
*braaakk...
pintu
tokopun ditutup dengan keras yg menandakan bahwa org tersebut tak menginginkan
Shizu
Setelah
hampir seharian Shizu berkeliling-keliling mencari pekerjaan namun hasilnya
nihil.
“harus
kemana lagi?”tanya Shizu
Akhirnya
Shizupun kembali pulang ke rumahnya dengan tangan hampa
Sesampainya
dirumah
Tok
Tok
Tok
*Shizu
mengetuk pintu
Kreeek...
*pintu dibuka oleh triX
“bagaimana
kak? Apakah sudah dapat pekerjaannya?” tanya triX
“NIHIL” ucap
Shizu yg langsung masuk kekamar ibunya
Sreeek....
*membuka gorden
Disana
terlihat ibu Shizu sedang tertidur pulas. Karna takut mengganggu akhirnya Shizu
pergi kebelakang dan mengambilkan air putih beserta obat yg masih tersisa dan
meletakkannya dimeja disamping tempat tidur ibunya.
Dan Shizupun
ke tempat triX yg sedang belajar
“dek.. uang
beasiswa mu itu masih ada kan??” tanya Shizu
“masih..kak...!!
jangan bilang kakak mau memakai uangku lagi..!!” ucap triX
“iya...
kakak mau pakai untuk.....” ucap Shizu terpotong
“udahh lah
kak,, setiap uangku yg kakak pakai selalu kakak gunakan untuk hal-hal yg tidak
penting,,berlangganan koran,membeli buku-buku... lebih baik uangnya
dipergunakan untuk hal terdesak kak...!!” jelas triX
“sssstt....
jangan keras-keras nanti ibu bangun!!” ucap Shizu pelan
“sudahlah
kak... aku gak mau.. aku mau tidur besok pagi ada ujian” ucap triX judes
triXpun
beranjak tidur
Shizupun
sudah kehilangan akal,
Ia pun
kekemarnya dan melihat semua koran-koran yg telah ia kumpul kan.
Tak lama
setelah melihat-lihat
“hmm...INI
DIA..!!!” (ucap Shizu dalam hati)
Pagi-pagi
sekali Shizu sudah berbenah.
Dan ia
meninggalkan pesan disecarik kertas
“jangan
khawatirkan aku,aku bisa jaga diri.. aku akan mencari pekerjaan dan akan pulang
setelah berhasil.. jaga ibu baik-baik.
Kakak mu”
Pesan yg
ditinggalkan Shizu untuk adiknya.
Sehari
Shizupun tak pulang-pulang
Selang dua
hari pun tak ada kabar
Tiga hari
Empat hari
Dihari
keenam
Tok
Tok
Tok
*ketukan
pintu
triXpun
membuka pintu
Tampaklah
seorang yg berpakaian rapi,bersih.. seperti orang-orang berkelas. Dengan banyak
barang bawaan.
“dek...”
ucap orang itu
“
kakak...??” tanya triX
“iyaa....”
ucap Shizu sambil masuk kedalam rumah
Didalam
rumah....
“jadi kakak
sudah dapat pekerjaan??” tanya triX
“i..iyaaa...
begitulah seperti yg kau lihat..” ucap Shizu
“kakak,kekemar
ibu dulu ya.....!!” ucap Shizu sambil beranjak menuju kamar sang ibu
*membuka
gorden
“ibuuuu........”
teriak Shizu sambil berlari ke arah ibunya dan langsung memeluk
“ibu tenang
ya... Shizu udah bawa obat dan segala keperluan ibu. Ibu pasti sehat,Shizu
janji..!!” ucap Shizu meneteskan air mata kecil lalu menghapusnya
“kamu sudah
dapat pekerjaan nak?” tanya sang ibu
“udah bu...
“ jawab Shizu
“kamu kerja
apa nak?” tanya ibu lagi
“ibu tenang
saja..setiap sekali seminggu Shizu akan pulang dan membawa kebutuhan ibu dan
triX” ucap Shizu
“ya sudah
kalau begitu,,” ucap ibunya
“sekarang
ibu minum obat ya!!” ucap Shizu
Shizupun
memberikan obat untuk ibunya
Setelah
semua tertidur lelap
Dikamarnya....
Shizu
menangis sendirian.
“Aku hanya
ingin kalian bahagia.... tak lebih dari ituu....” ucap Shizu
Keesokan
paginya
Shizu
kembali berbenah
....
Kali ini
Shizu berpamitan kepada ibu dan adiknya.
“buu...
Shizu pergi dulu ya..!! jangan khawtirkan aku.. aku sudah besar.!!” Ucap Shizu
sambil menyalami ibunya
“jaga ibu
baik-baik ya dek..!! dan jangan lupa bawa ibu kerumah sakit terdekat untuk
check up. Uangnya sudah kakak berikan pada ibu,dan kalau kamu ada keperluan
pakai saja uangnya” ucap Shizu
“iyaa..kak”
ucap triX
Beginilah
kehidupan Shizu.
Dan dalam
beberapa bulan pendapatannya sudah banyak.
Ibunya sudah
berangsur membaik.
Dan setiap
sekali seminggu Shizu pulang untuk memberikan hasil jerih payahnya.
Begitu
seterusnya...
Hingga suatu
hari
Shizu tak
pulang dalm jangka waktu seminggu, dan Shizu pun pulang setelah hitungan satu
bulan. Itu pun pendapatannya semakin banyak dan berlipat dari biasanya.Namun,
anehnya dengan uang sebanyak itu Shizu tidak mengindahkan permintaan adiknya
untuk membeli tivi dan memperbesar rumah mereka.
Di ruang
tengah...
“dek...
pergunakan uang ini dengan sebaik-baiknya ya..!!” ucap Shizu
‘iyaa..kak.
aku mengerti..!” jawab triX
Pagi itu
....
Shizupun
kembali berbenah untuk pergi bekerja seperti biasanya.
“bu... Shizu
kerja dulu ya...!! dan maafkan Shizu karena udah jadi beban ibu dari lahir
hingga sekarang..” ucap Shizu
“kamu bicara
apa nak?” tanya ibunya
“Shizu Cuma
kepikiran aja bu...” ucap Shizu
“itu
bukanlah sesuatu yg harus kamu pikirkan nak..!! kamu pikirkan saja
pekerjaanmu,nanti malah menjadi beban pikiran!!” ucap ibu
“ iya bu...
Shizu pergi dulu..” ucap Shizu
“dek.. kakak
yakin kamu anak yg pintar,suatu saat kamu akan mengerti. Jangan lupa jaga ibu
ya dek..!!” ucap Shizu
“iyaa.. kak..
hati-hati ya kak..!!”ucap triX
Seminggu pun
usai
2 minggu
usai
1 bulan pun
berlalu
Hingga 2
bulanpun usai
Dan tibalah
dibulan ke-3
Dipelosok
kota tempat Shizu tinggal
Seperti
biasa langganan koran Shizu pun datang. Dan TriX yg mengambil koran tersebut.
“kakak mu
mana dek??” tanya abang tukang koran
“lagi kerja
bang,belum pulang..!!” jawab triX
“Ooo...
begitu... oya,, ada top news yg lg gencar-gencarnya nih dikota..” ucap abang
tukang koran
“ok
bang,ntar saya baca. Nih uangnya.. masih seharga biasa kan?? Gak naik juga
karna ada top news ini..!!” canda triX sambil memberi uang
“nggak kok
dek...” ucap abang tukang koran
Abang tukang
koranpun pergi
triX pun
masuk kedalam rumah,karna penasaran triX pun membaca koran tersebut.
Dengan judul
besarnya “AKHIRNYA SANG INCARAN TERTANGKAP DAN DIKENAI HUKUMAN MATI”
“waahh..mengerikan
sekali judulnya..” ucap triX
triXpun
membaca dengan seksama
**koran**
.......
“ Akhirnya
Sang incaran yg selama ini dicari-cari telah menampakkan batang
hidungnya,dengan berbagai macam kasus yg ia lakukan awalnya aparat mengira ini
adalah penjahat paling berbahaya. Tak tanggung-tanggung setelah ia membunuh tak
segan pula dilahapnya harta serta uang dan barang bernilai tinggi dari
korbannya. Beberapa tempat yg sudah ia lncarkan aksinya yaitu tempat-tempat yg
mewah rumah seorang kolektor berlian,rumah seorang hartwan,rumah seorang
direktur dan masih banyak lagi. Hingga tibalah ia dirumah seorang cendikiawan
yg kaya raya yg telah membuat sebuah perangkap yg serba canggih, hingga rumah
ini menjadi tempat dan menjadi aksi terakhirnya. Wanita ini dikenakan sanksi
Hukuman Mati karena telah merenggut banyak nyawa. Berdasarkan hasil wawancara
kami dengan para keluarga korban menyatakan : “KELUARGA dibalas KELUARGA”
>> kalimat ini lah yg akhirnya membuat sang wanita ini menyerah dan mau
diajak kekantor polisi,dan korban sempat meninggalkan pesan terakhir “ Kau
boleh ambil hidupku,tapi jangan ambil hidup keluarga ku”
triXpun
tanpa ia sadari air matanya jatuh menetes....
dan iapun
teringat akan kakaknya..
triXpun
bergegas menuju kamar kakaknya untuk melepas rindu.
Dan
triX melihat
banyak sekali koran yg belum sempat dibereskan oleh kakaknya itu, triX pun
membereskan hingga tak sengaja melihat tanda dikoran itu yg ditandai dg spidol
merah seperti orang yg sedang mencari lowongan pekerjaan. Namun,anehnya yg
dilingkari disana bukan lah nama tempat lowongan pekerjaan melainkan,alamat
tempat tinggal orang-orang kaya dikota tempat ia tinggal.
triX pun
mengerti dan tertunduk lesu..
badannya
lemas seketika,yg terbayang dibenaknya sekarang adalah kakaknya dan teringat
akan pesan kakaknya
“kakak yakin
kamu anak yg pintar,suatu saat kamu akan mengerti”
triX pun
menangis dan tak mengira bahwa pesan itu adalah pesan terakhir dari kakaknya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar