Angin
bertiup melambai.
Menggerakkan daun-daun yang bergelantungan dipohon.
Langit merah gulali meneduhi.
Suasana yang nyaman. Menentramkan.
Aku. Dengan saksama menatapmu.
Menatap mata indahmu. Menatap lesung pipi yang tak membosankan itu.
Menatap rambut panjangmu yang indah.
Angin menyapa lembut dan menggerakkan anak rambut ditepi pelipismu.
Semua tak terelakkan. Aku perhatikan dengan saksama.
Kamu. Dengan saksama pula memerhatikan dan menatap seluruh lekukan wajah. Menyimpan dalam kepalamu setiap gerak-gerik, tingkah laku, dan senyuman NYA.
Iya!
Senyuman N-Y-A.
DIA.
Bukan aku. Dan dengan saksama
Langit merah gulali meneduhi.
Suasana yang nyaman. Menentramkan.
Aku. Dengan saksama menatapmu.
Menatap mata indahmu. Menatap lesung pipi yang tak membosankan itu.
Menatap rambut panjangmu yang indah.
Angin menyapa lembut dan menggerakkan anak rambut ditepi pelipismu.
Semua tak terelakkan. Aku perhatikan dengan saksama.
Kamu. Dengan saksama pula memerhatikan dan menatap seluruh lekukan wajah. Menyimpan dalam kepalamu setiap gerak-gerik, tingkah laku, dan senyuman NYA.
Iya!
Senyuman N-Y-A.
DIA.
Bukan aku. Dan dengan saksama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar